Warga Sekadau Tewas Tenggelam di Sungai Ensayang Setelah Sampan Karam Menabrak Pohon

Warga Sekadau Tewas Tenggelam di Sungai Ensayang Setelah Sampan Karam Menabrak Pohon

Seorang warga Desa Karang Betung, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, Kalbar, Sonet (62) tenggelam di Sungai Ensayang. Peristiwa nahas itu terjadi, Selasa (14/7). Jasadnya baru ditemukan, Rabu (15/7).


Kapolres Sekadau, AKBP Marupa Sagala melalui Kapolsek Nanga Mahap, IPTU Ambril mengatakan, saat itu korban bersama kedua anaknya serta keponakannya pergi ke ladang yang berjarak kurang lebih 3 kilometer dari rumahnya. Mereka pergi ke ladang menggunakan sampan melewati Sungai Ensayang.

"Sekitar pukul 14.30 WIB, selesai berladang mereka pulang ke rumah pakai sampan. Baru sekitar 30 menit perjalanan sampan tiba-tiba karam akibat menabrak dahan pohon Sengkuang. Debit air sungai saat dilewati pasang dan arusnya deras," kata Ambril, Kamis (16/7).

Ambril mengatakan, kedua anak korban dan keponakannya menyelematkan diri ke tepi sungai. Lantaran arus sungai deras, mereka tidak sempat menolong korban yang tidak bisa berenang.

"Kami dibantu sekitar 40 warga ikut mencari korban dengan menggunakan 4 sampan. Hingga petang korban belum ditemukan," beber Ambril.

Pencarian pun dilanjutkan esok hari karena kondisi sungai yang masih deras dan membahayakan. Keluarga dan warga setempat mulai melakukan pencarian pukul 06.00 WIB. Namun, korban masih belum ditemukan. Akhirnya pencarian korban pun diperluas.

"Sekitar pukul 15.00 WIB, korban baru ditemukan di Teluk Mawang Sugai Kenyabur yang berjarak kurang lebih 5 kilometer di hilir sungai tempat kejadian korban tenggelam," ungkap Ambril.

Ambril mengungkapkan, saat ditemukan korban sudah meninggal dunia dan langsung dievakuasi.

"Pihak keluarga menolak dilakukan visum atau autopsi karena meyakini korban meninggal karena tenggelam di sungai," pungkasnya.